Kecantikan wanita bukanlah berasal dari make up yang tebal,
alis yang tipis, bibir yg merekah ataupun badan yg langsing.
Kecantikan wanita berasal kesantunan dLm bertutur,
kelembutan dLm bersikap, & kesetiaannya pada Rabb-Nya.
“Dunia ini adLh perhiasan, & sebaik-baik perhiasan adLh wanita shalihah“.
(HR. Muslim).
♥JUJUR,AKU RINDU KAMU,JODOH KU♥
Tapi saat ini blm saatnya untuk kita bertemu,bukannya aku tak
mau,atau aku tak rindu..
Tapi memang karna perjalanan kita masih panjang..
Dan masih banyak
kewajiban yg harus kita penuhi..
Berat hati ini menantimu, gelisah
pula hati ini memikirkanmu..
Jodohku sabar dan tenanglah..
aku disini masih bersabar
menantimu,Hatimu tak sedang
terluka kan??
tersenyumlah,karna
aku yakin kebahagiaan akan slalu
menyertai kita..
Jikalau detik ini
hatimu sedang terluka..
Wudlulah,dan mendekatlah
kepada-Nya,,
Tapi disini aku
berharap kau baik-baik saja..^_^
Ini adalah tentang sebuah sudut
pandang yang bisa memperbaiki diri
dan rejeki kita dalam semua hal..
Namun ini bukan tentang penampilan,
harta, kepandaian ataupun hal- hal
duniawi yang biasa membawa kita
pada area iri dengan sesama,
melainkan sebuah hal yang sangat
jauh lebih berharga..
Ini hanyalah yang
hanya dimiliki oleh para pribadi yang
terpilih dan yang dipilih langsung oleh
Allah Subhanahu Wata'ala..
Ini adalah tentang kepemilikan sebuah jiwa yang
dengan ikhlas untuk melayani.
Jiwa itu terlihat sangat indah..
Karena ketika kita bersungguh- sungguh
melayani, maka kita akan selalu
mempersembahkan yang terbaik yang
kita miliki, dengan ikhlas tanpa ada tekanan..
Tidak ada hal yang kemudian
muncul menjadi episode selanjutnya,
selain ternampakkannya keindahan
diri kita yang sebenarnya..
Dan hal itu
pastilah disepakati oleh siapapun
terutama oleh orang- orang yang
terbahagiakan oleh pelayanan kita..
Seorang istri yang mendidik dirinya
sebagai seorang "pelayan" keluarga,
maka bukan berarti dia harus
mensetting hati, pikiran dan fisiknya
untuk melanggengkan budaya
"perbudakan" dalam keluarga. Namun
justru disanalah letak kemuliaannya..
Manusia ajaib mana yang begitu
pandai mendidik dirinya dan
menggunakan kesempatan hidup yang
hanya sekali itu, justru untuk
membahagiakan dan bukan mencari
atau meminta dibahagiakan??
Semua hanya akan dimiliki oleh para wanita
tersebut, yang memiliki jiwa melayani..
Ketika seorang suami bersedia
menjadi "pelayan" atas keluarganya,
maka betapapun dia lelah dalam
aktivitas mencari nafkah, tapi yang ada
hanyalah kesyukuran ketika melihat
kebahagiaan keluarga atas kebutuhan
mereka yang tercukupi..
Pertanyaannya,
adakah keindahan yang lebih
mendamaikan selain kepemilikan atas
properti hati yang seperti ini??
Sungguh dengan melayani,
sebenarnya adalah membesarkan diri
kita sendiri melebihi sebuah konotasi
negatif dari seorang pelayan itu sendiri..
Betapa nikmat jika kita benar-
benar dibutuhkan oleh sesama, dan
itulah bukti nyata ketidak sia- siaan
kehadiran dan penciptaan Allah atas kita di dunia ini..
Pekerjaan
Maka bersyukurlah bagi siapapun yang
diluaskan hatinya oleh Allah untuk bisa
dengan senang hati dan ikhlas melayani..
Karena jiwa seorang
pelayan, adalah begitu besar dan lebih
mendamaikan jika dibandingkan
dengan yang lain..
Betapa tidak,
bahkan semua "pelayan" itu tidak
lantas bisa mengubah orang yang dia
layani untuk menjadi baik kecuali
dengan ijin Allah, dan atau menuntut
mereka memberikan timbal balik yang
sama baiknya dengan yang telah
mereka berikan..
Namun tetap saja, jiwa seorang yang
melayani bukanlah menjadi penuntut
namun hanya istiqomah berbuat dan
memberikan kebaikan..
Maka, untuk
Kecantikan itu, perhitungan atas upah
yang diterimanya tidak akan dapat
terbeli dan terbalas kecuali hanya
dengan surga dan ridho Allah yang
maha mulia..
Dan tak jarang, di hati para manusia
yang terbahagiakan dengan adanya
para pemilik kebesaran jiwa tersebut..
Para manusia juga berucap syukur
atas adanya mereka, atas adanya
pelayanan dan kemudahan yang selalu
mereka bawa. Bahkan
ketidakhadirannya, bisa menjadikan
kekosongan bagi yang biasa
termudahkan dengan adanya mereka..
Subhanallah, apalah yang lebih
membahagiakan selain menjadi
manusia yang hidup sekali saja namun
begitu sangat bermanfaat dan
menebar kebahagiaan bagi sesama??
Ternyata, jiwa melayani adalah jiwa
yang sangat powerful..
Walau mata
biasa melihat kerendahan didalamnya,
namun kekuatan itu sesungguhnya
nyata dan tiada batas..
Dia melekukkan
jiwa yang keras dengan kelembutan,
dan dia mematahkan argumen yang
kasar dengan sebuah praktek nyata..
Jiwa melayani benar- benar
membuktikan bahwa setinggi-
tingginya derajat adalah kemanfaatan
kita bagi siapapun yang membutuhkan kita..
Jiwa melayani itu mulia, dia mengerti
dengan baik sabda Rasulullah bahwa:
"Tidaklah seseorang diantara kalian
dikatakan beriman, hingga dia
mencintai sesuatu bagi saudaranya
sebagaimana dia mencintai sesuatu
bagi dirinya sendiri.”.
Seperti kita ketahui bahwa semua
manusia ingin jika dia menjadi orang
yang paling utama dalam segala hal..
Maka jiwa orang yang ikhlas dalam
melayani akan sangat mengerti bahwa
dia tidak akan menjadi pribadi yang
kalah atau ternomor duakan dalam hal
keutamaannya, jika dia melayani..
Dia juga tak akan terhenti dengan
pemikiran bahwa sekarang jaman
semakin susah,mengurus diri sendiri
saja sudah susah, lalu bagaimana
mungkin mau mengutamakan orang
lain..
Semua karena jiwa yang dengan ikhlas
mau melayani itu mandiri..
Dia berlepas diri dari pujian dan balasan
yang baik dari manusia..
Betapapun
yang diterima baik atau buruk dari
manusia, namun ketinggian kelasnya
justru menghentikannya untuk
membalas atau meminta balasan yang
serupa. Dia tahu betapa mahalnya
harga sebuah pelayanan..
Maka,hanyalah Allah yang pantas untuk
langsung memberinya imbalan atas
semua yang telah dia lakukan. Dan
itulah sebaik- baik balasan..
(Syahidah/voa-islam.com)
♥✿Silahkan Di Tag/Share,Semoga
Bermanfaat✿♥
✿♥Allahumma Shalli Wasallim
Wabarik'Alaa Sayyidinaa
Muhammad,Wa'Alaa Aaliyy Sayyidinaa
Muhammad.. ✿♥
******************************
Tidak ada komentar:
Posting Komentar